Selasa, 12 Maret 2019

Mahasiswa Kupu-Kupu


Namanya Ikiw, biasa dipanggil orang sekitanya begitu. Nama sebenarnya panjang, hingga harus di singkat pada kolom isian nama pas ujian nasional, adalah Muhammad Rizky Fadhilla. Perawakan kisaran 158 hingga 160 centimeter. Dipanggil ke dunia pada 12 Maret, dua puluh tahun yang lalu di bumi melayu, Pekanbaru. Punya kulit coklat bak buah sawo setengah matang, dan agak pucat, tapi bukan lagi sakit tipes. Abu-Abu? Bisa jadi.

Anak pertama dari tiga orang bersaudara. Adiknya yang kedua tengah berkuliah di kota hujan Bogor di salahsatu kampus ternama, IPB. Dan adiknya yang paling kecil dimasukkan orang tuanya di sekolah pesantren di daerah Banten. Alasan mengapa masuk IPB karena adik keduanya memang pintar, dan alasan adik terkecilnya masuk pesantren, untuk tetap menjaga hafalan Quran nya saat ia masih di sekolah dasar.  Sedangkan ia, Rizky,  kamu dimana? Masih tetap di Pakanbaru.
“Mereka keluar daerah semua mengapa abangnya masih disini?”

 “karena saya cinta Pekanbaru”, jawab rizky dengan wajah agak meledek.
Berdarah minang dari Ibunya, dan Jawa dari Ayahnya. Sejak dulu Rizky kecil paling dekat dengan embahnya dikarenakan orangtuanya dulu ketika bekerja selalu menitipkan ia di embahnya. Sebelum memutuskan berpindah tempat tinggal di kualu, panam, Rizky dan orang tuanya berada di Sukajadi. Plot dan twist nya, tempat tinggalnya yang dipanam sekarang dengan kampusnya yang sekarang.

Waktu kecil ia adalah anak manusia yang sering sakit-sakitan. Itu terjadi saat ia balita. ada saja penyakit yang ia alami. Sempat ia mengalami step (kejang demam) sebanyak tigakali. Mitosnya jika anak mengalami kejang demam atau step lebih dari tiga kali, otaknya akan terganggu dan menjadi bodoh. “Hampir saja..”.

 Beberapa kali juga ia merasakan bagaimana ritual pengobatan tradisional dulu yang ia alami. Seperti mandi kembang tujuh rupa tengah malam. Tidak tau apa manfaatnya selain mengharumkan badan. Yang pasti kesehatan. Begitu informasi yang ia dapat dari embahnya. Jika dilihat bukan mirip pengobatan. Malah mirip  pesugihan dengan anak kecil sebagai tumbalnya. Entah lah.

Ia seorang mahasiswa jurusan Ilmu komunikasi, yang berlatar belakang –kan sekolah menengah kejuruan teknik komputer jaringan. Sudah ahli di bidangnya pada saat SMK, malah keluar jalur jurusan saat kuliahnya. Katanya mau tidak mau, cari aman ketika ia dinyatakan lulus di kampus Uin Suska saat SBMPTN. “Jika tidak kuliah memang mau ngapain lagi? Gak punya kebun untuk dibersihin. Gak punya sawah untuk di bajak. Gak punya kebun sawit untuk di dodos, dan gak punya kebun karet untuk di deres.” Kata ibunya.

Dengan alasan itulah dia memutuskan mencintai jurusan yang ia geluti sekarang. Yaitu jurnalistik. Sebenarnya ada alasan lainnya, yaitu menghindari uang kuliah yang mahal. Jika tidak masuk di universitas negeri, dan masuk di universitas swasta, tidak bisa dibayangkan berapa jumlah uang yang dikeluarkan untuk berkuliah. Tiga juta limaratus ribu lah uang per semester yang dibayarkan orang tuanya saat ini.

Rizky di kampus dikenal bersahabat. Memang awalnya banyak yang menilai ia adalah orang yang cuek, tetapi sebenarnya tidak begitu. Mungkin karna ia tidak mau banyak omong tentang suatu hal, dan lebih memilih cerita hanya kepada beberapa temannya saja. Hampir tidak ada pernah terdengar masalah terhadap perkuliahannya selama ini. “Kuliah ini hanya mengalir mengikuti arus tetapi tidak pasrah.” Ujarnya dengan nada percaya diri sambil meminum minuman teh thailand.

Bukannya hampir tanpa celah, nilai yang keluar dari KRS rizky yang bisa di bilang aman dalam perkuliahan ini pun tak luput dari nilai C. Hal itu terjadi saat ia duduk di semester 2. Pada saat itu matakuliah pengantar jurnalistik.

“Entah apa yang terjadi pada ibu dosen tersebut sehingga memberikan kami nilai C. Iya kami, hampir satu kelas yang mendapatkan C.  Mungkin pas ngisi nilai ibu dosen kurang vitamin C dan kurang konsentrasi ngisi nilainya, ya di isi C aja. Terimakasih bu, berkatmu saya gak bisa jadi cumlaude.” ujar Rizky kesal.

Hanya itu permasalahan nilai yang dialami Rizky saat kuliah. Sisanya ia menyelesaikan perkuliahan dengan baik. Kegiatannya yang stagnan membuatnya melakukan hal-hal yang itu-itu saja. Dari rumah ke kampus untuk kuliah, setelah selesai kuliah ia langsung pulang kerumah, begitu terus hingga bisa di bilang ia adalah sosok mahasiswa yang mampu mewakili tipikal dari mahasiswa kupu-kupu. Tetapi rizky, mengindahkan julukan tersebut. Menurut nya, tidak masalah seorang mahasiswa begitu. Ia berhak mengatur siklus kehidupannya. Itu hak.

Karena ia kerap rumah-kampus kampus-rumah mungkin jika di telusuri jejak nya pada saat itu di google maps, akan tampak seperti pola dari rute yang ia tempuh. Itu adalah rute yang mempunyai intensitas tinggi, bila jejak-jejak kakinya meninggalkan noda pada pencitraan bili kita lihat itu dari satelit NASA di luar angkasa sana.

Rizky bukannya mahasiswa yang tidak pernah mencoba organisasi internal yang ada di dalam kampus. Ia pernah ingin masuk pada lembaga pers di kampus, sudah mendaftar, tetapi tidak jadi. Ia juga pernah begabung di salahsatu media pertelevisian di kampus. Tetapi ia keluar karna menurutnya merepotkan, dan merasa perkuliahannya terganggu.

Menurutnya menjadi mahasiswa seperti itu menghemat waktu. Jika selesai pada perkuliahan ia bisa beristirahat dirumah atau sekedar berkumpul dengan teman hanya untuk menghilangkan rasa capek otak akibat dari kerasnya gencaran mata kuliah yang diberikan dosen pada mahasiswa.

Munurutnya urusan rugi karena tidak mengikuti kegiatan internal kampus itu menjadi persoalan personal. Tidak mengikuti kegiatan kampus bukannya menghilangkan kegiatan membangun relasi. Dan juga tidak semua kegiatan di kampus, setiap harinya bermanfaat dan memunculkan benefit yang lebih terhadap anggota-anggotanya. Toh ini persoalan pribadi, ujarnya.

Ada juga yang mengatakan mahasiswa kupu-kupu sering dibilang kuliah hanya untuk absen. Stigma itupun melekat pada sorang Rizky. Tapi menurutnya tidak masalah, menurutnya itu masih mending, pergi kuliah hanya untuk absen, daripada mahasiswa yang kuliah absennya terisi tetapi orangnya tidak ada. Kaya tuyul, mahasiswa tuyul?

Dengan menjadi mahasiswa kupu-kupu ia dapat fokus belajar, tidak terganggu denga  apapun. Tugas dari organisasi? Sepertinya itu memberatkan bagi sebahagian mahasiswa. Terlebih untuk orang yang tidak mau ribet seperti Rizky ini.

Mahasiswa kupu-kupu juga menghemat biaya atas hidup dengan perkuliahan. Banyangkan harus bolak balik kesana kemari untuk melaksanakan kegiatan organisasi. Belum lagi biaya yang di keluarkan, pasti ada biaya saat mengikuti kegiatan organisasi. Baik itu yang dikeluarkan untuk dirisendiri ataupun hal lain.

Walaupun kebiasaan rizky sepulang perkuliahan hanya itu-itu saja, tetepi ia cukup menikmati apa yang dilakukannya. Setelah pulang perkuliahann ia biasanya hanya bermain game, menonton televisi atau sekedar mendengarkan lagu. Menurutnya itu lebih baik ketimbang harus berfikir lagi dalam keadaan di dalam suasana organisasi yang pastinya ribet.

Berargumen bahwa mahasiwsa kupu-kupu itu adalah hal yang benar juga sepenuhnya salah. Orang-orang berbda dalam mendapatkan pengalaman dalam hidupnya. Begitu pula mahasiswa. Rizky tipikal orang yang begitu, tidak bisa kita samakan denga orang lain yang kerap mondar mandir kampus karena kegiatan organisasi kampus atau menjadi babu di dalamnya. Ups.

Ia, Rizky, menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa kupu-kupu bukan berarti fungsi sosialnya tidak berlaku dalam kehidupan sosial, karena ia mempunyai pemikiran bahwa dalam perkuliahan haruslah sungguh-sunggu dalam menuntut ilmunya, dan ketika lulus harus bisa mempertanggung jawabkan ilmunya yang ia dapat selama di perkuliahan.

Selama ini Rizky bisa dibilang menjalani perkuliahant tanpa ada satupun kesan yang wah. Tidak seperti orang-orang yang mempunyai banyak lika-liku dalam perkuliahannya karena beberapa hal. Menurut Rizky perkuliahannya bukannya tidak ada likaliku, hanya satu dua pengkolan saja yang ia temui semasa berkuliah. Sisanya hanya jalan lurus yang ia nikmati. Menurutnya lagi, satu-satunya yang belikaliku hanyalah jalan ia pergi dari rumah ke kampus dan pulang dari kampus ke rumah. Cuma itu. Wow.

Tidak seperti orang perantauan, mungkin mendapat banyak cobaan, dari mulai uang bulanan yang habis dan tak kunjung di kasih oleh orang tua di kampung, sehingga mengganti makan malam dengan seteguk air putih dan obat sakit kepala. Hingga permasalahan homesick karena tahun ini tidak pulang ke kampung.

Karena itu tadi, rumah yang dekat dan pembawaan Rizky dalam hidupnya yang easygoing, menjadikannya ia terlihat lebih menikmati sisa masa hidupnya ketimbang harus mencari masalah yang sebenarnya mudah sekali di cari.

Sekian dari tulisan saya, sulit sekali menemukan lika-liku dalam perkuliahan di diri Rizky ini. Otak saya harus bekerja dua kali lebih ekstra untuk memikirkan apa saja lika liku nya tanpa harus mengarang cerita bohong. Terlebih sekarang liburan, bagaimana bisa membuat tugas di saat liburan tanpa kendala dengan hal-hal lain. Semua ini demi memenuhi tugas ku. Tugas feature yang tercinta.

Ketahui Sejak Dini Tentang HIV/AIDS


HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan yang bisa menyerang siapa saja. Hingga sekarang belum ada ditemukannya obat untuk membunuh penyakit ini. Terlebih penularan penyakit ini sangat masif karena proses penularannya kebanyakan tidak disadari oleh orang, menjadikannya penyakit menular yang berbahaya.

Menurut Laporan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, angka kematian akibat AIDS di Indonesia mengalami peningkatan sejak tahun 2015. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit terkait kasus HIV/AIDS di Indonesia, memaparkan bahwa dari bulan Oktober hingga Desember 2017 lalu,  jumlah orang dengan AIDS dilaporkan sebanyak 4.725 orang, dimana persentase AIDS tertinggi pada kelompok umur 30-39 tahun (35,2%), diikuti kelompok umur 20-29 tahun (29,5%), dan kelompok umur 40-49 tahun (17,7%). Itu banyaknya jumlah penderita yang terdara oleh KEMENKES Republik Indonesia, belum lagi jumlah pengidap penyakit AIDS yang belum terdata.

Penularan penyakit AIDS bisa melalui berbagai cara. Tetapi sebelum itu kita ketahui dahulu ‘apa itu HIV/AIDS?’ . AIDS dan HIV itu sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda menurut pengertian.  HIV merupakan retro virus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Terjangkit virus HIV (biasanya disebut sebagai positif HIV) tidaklah sama dengan mengidap AIDS. Banyak orang yang positif HIV tidak menderita sakit selama bertahun-tahun.  Infeksi virus inilah yang kemudian berakibat pada menurunnya sistem kekebalan.

Seiring dengan berkembangnya HIV dalam tubuh, virus tersebut secara perlahan menggerogoti sistem kekebalan tubuh. Sebagai akibat lanjutannya, virus, parasit, jamur dan bakteria yang umumnya tidak menyebabkan penyakit justru dapat membuat seseorang yang positif HIV menjadi sakit. Hal inilah yang disebut defisiensi kekebalan tubuh, di mana sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit-penyakit.

 Sedangkan AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. AIDS menggambarkan sebuah sindrom dengan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. AIDS sendiri disebabkan oleh virus yang sebut HIV, Human Immunodeficiency Virus. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS. Jadi simple nya HIV merupakan virus yang menyebabkan penyakit AIDS.

            Apa gejala terkena HIV ?. Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tidak ada gejala yang tampak setelah terjadi infeksi. Kendati infeksi HIV tidak disertai gejala awal, seseorang yang terinfeksi HIV sangat mudah menularkan virus tersebut kepada orang lain. Satusatunya cara untuk menentukan apakah HIV ada di dalam tubuh seseorang adalah melalui tes HIV.

            Kapan seseorang terkena AIDS?. AIDS dipergunakan untuk istilah tahapan infeksi HIV yang paling lanjut. Sebagian besar orang yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan akan menunjukkan tanda-tanda AIDS dalam waktu 8-10 tahun.  AIDS diidentifikasi berdasarkan beberapa infeksi tertentu, yang dikelompokkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization). Pada tahap awal  penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai AIDS. Tahap kedua meliputi infeksi-infeksi saluran pernafasan bagian atas yang tak kunjung sembuh. Tahap ketiga meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru. Tahap terakhir meliputi penyakit parasit pada otak (toksoplasmosis), infeksi jamur kandida pada saluran tenggorokan (kandidiasis), saluran pernafasan (trachea), batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-paru.

            Lamanya virus HIV berkembang menjadi AIDS pada individu bervariasi. Dengan gaya hidup sehat, jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar antara 10-15 tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama.

          Bagaimana HIV di tularkan? HIV terdapat dalam cairan tubuh yaitu, darah, sperma (air mani), cairan vagina dan air susu ibu. HIV hanya ditularkan kalau cairan tubuh seseorang HIV positif masuk ke dalam aliran darah orang lain. Kegiatan-kegiatan yang dapat menularkan HIV diantaranya : 
  • Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom). Penularan dengan melakukan hubungan seksual dapat terjadi dari pria ke wanita atau sebaliknya, serta pada sesama jenis kelamin melalui hubungan seksual yang berisiko. Penularan HIV dapat terjadi saat hubungan seks melalui vagina, anal, maupun seks oral dengan pasangan yang terinfeksi HIV. Salah satu cara terbaik untuk mencegah penularan HIV adalah menggunakan kondom saat berhubungan seks dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Pemakaian bersama jarum dan peralatan lain untuk menyuntik obat, tindik atau tattoo yang tidak steril. HIV dapat ditularkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi. Berbagi pakai jarum suntik atau menggunakan jarum suntik bekas, membuat seseorang memiliki risiko sangat tinggi tertular penyakit, termasuk HIV.
  • Ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui. Seorang ibu yang terinfeksi HIV dan mengandung atau menyusui berisiko tinggi untuk menularkan HIV kepada bayinya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan HIV selama kehamilan, guna menurunkan risiko penularan HIV pada bayi.
  • Dalam sebagian kasus, penularan HIV juga bisa disebabkan oleh transfusi darah. Namun, kejadian ini semakin jarang terjadi karena kini diterapkan uji kelayakan donor, termasuk donor darah, organ ataupun donor jaringan tubuh. Dengan pengujian yang layak, penerima donor darah memiliki risiko yang rendah untuk terinfeksi HIV.
                 Bagaimana HIV dapat dicegah?. Sampai saat ini belum ada obat ataupun vaksin untuk mencegah dan menyembuhkan infeksi HIV/AIDS. Untuk itu yang tidak kalah penting adalah mencegah penularan HIV sejak awal. Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara  :

Pertama, gunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Jika Anda tidak mengetahui status HIV pasangan Anda, gunakan kondom setiap kali Anda melakukan hubungan seks vaginal, anal maupun oral. Untuk wanita, bisa menggunakan kondom wanita.

Kedua, hindari perilaku seksual yang berisiko. Seks anal adalah aktivitas seks yang memiliki risiko tertinggi dalam penularan HIV. Baik pelaku maupun penerima seks anal berisiko untuk tertular HIV, namun penerima seks anal memiliki risiko tertular lebih tinggi. Karena itu disarankan untuk melakukan hubungan seks yang aman, serta gunakan kondom untuk mencegah penularan HIV.

Ketiga, Hindari penggunaan jarum bekas saat menyuntikkan obat. Penularan HIV melalui tato dan tindik juga berisiko terjadi jika memakai jarum tato yang tidak disterilisasi dengan baik atau menggunakan tinta tato yang terkontaminasi. Sebelum melakukan tato atau tindik, pastikan jarum steril.

Keempat, Pre-exposure prophylaxis (PrEP), merupakan metode pencegahan HIV dengan cara mengonsumsi antiretroviral bagi mereka yang berisiko tinggi tertular HIV, yaitu mereka yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual, memiliki pasangan dengan HIV positif, menggunakan jarum suntik yang berisiko dalam 6 bulan terakhir, atau mereka yang sering berhubungan seksual tanpa pengaman.

Apa yang harus dilakukan bila Anda menduga telah terekspos HIV? Bila anda menduga bahwa anda telah terpapar HIV, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter/rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan HIV untuk memastikan apakah benar Anda telah terinfeksi HIV.

Adakah obat untuk HIV? Tidak ada obat yang dapat sepenuhnya dapat menyembuhkan HIV/AIDS. Perkembangan penyakit dapat diperlambat namun tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Kombinasi yang tepat antara berbagai obat-obatan antiretroviral dapat memperlambat kerusakan yang diakibatkan oleh HIV pada sistem kekebalan tubuh dan menunda awal terjadinya AIDS.

Terapi antiretroviral hanya dapat memperlambat perkembangan AIDS dengan menurunkan jumlah virus dalam tubuh yang terinfeksi. Antiretroviral atau ARV merupakan obat untuk infeksi HIV yang dapat menekan perkembangan HIV dalam tubuh. ARV sendiri berfungsi untuk menekan perkembangbiakan HIV, bukan membunuh HIV. Maka dari itu, terapi ARV harus dijalani seumur hidup. Bila pemakaiannya dihentikan, HIV akan berkembang dan jumlahnya akan meningkat dalam darah.

--
HIV/AIDS memang sejatinya menjadi momok dalam kehidupan. Terlebih untuk orang yang terdampak HIV. Banyak stigma negatif yang membuat mereka tidak percaya diri dengan kehidupannya dan lebih memilih membiarkan penyakitnya ataupun menyerah dengan dirinya sendiri, akibat dari tekanan-tekanan yang yang dibuat oleh lingkungan sekitar yang tidak bisa menerima mereka. Untuk itu perlu kita ketahui bersama tentang apa itu HIV/AIDS agar kita dapat terhindar dari penyakit ini. Lebih baik mencegah, daripada mengobati. Deteksi HIV/AIDS sejak dini dan hindarilah kegiatan yang beresiko menularkan HIV/AIDS.



Generasi Teknologi Jaringan Nirkabel 5G




Apa itu 5G? 5G merupakan bentuk teknologi jaringan wireles generasi ke 5 yang di gadang memiliki kecepatan dan ke stabilan yang tinggi dari teknologi-teknologi generasi sebelumnya. 5G merupakan kelanjutan teknologi jaringan wireless atau nirkabel yang akan menumpang pita frekuensi-tinggi pada spektrum nirkabel antara 30 GHz dan 300 GHz. Pita frekuensi inilah yang memungkinkan 5G mentransmisikan data lebih besar dan lebih cepat dibandingkan pendahulunya.

1.      5G mulai digunakan pada tahun ini (2018)

Setelah hardware terbaru untuk 5G diputuskan, sejumlah operator mulai berlomba menggunakannya. Salahsatunya yaitu operator yang akan pertamakali menerapkannya adalah AT&T. Operator asal Amerika Serikat tersebut berencana menggunakan jaringan 5G untuk kebutuhan mobile pada akhir 2018, setelah melakukan ujicoba 5G tahun lalu di beberapa kota AS.

Selain AT&T, provider lain yang tengah bersiap mewujudkan 5G di 2018 ialah Verizon. Rencananya, di pertengahan tahun ini mereka akan mengimplementasikan 5G di Sacramento dan California, AS.

2.      Perbandingan 5G dan Generasi Sebelumnya

5G seharusnya  memiliki kecepatan  paling tinggi dibandingkan generasi sebelumnya yaitu mulai dari 1G, 2G, 3G, dan 4G. Generasi 4G diketahui memiliki kecapatan hingga 200 Mbps (atau 100Mbps). Ibaratkan file film sebesar 1GB hanya membutuhkan waktu selama 42 detik ketika diunduh dengan menggunakan perangkat berbasis 4G
.  
Tentusaja teknologi 5G bisa lebih cepat dari itu. Dengan kecepatannya yang lebih dari 1 Gbps, file film berukuran 1GB seharusnya hanya perlu waktu sekedipan mata sampai selesai diunduh. Uji coba infrastruktur 5G yang dilakukan SK Telecom dan KOTSA di Korea, misalnya, mencatat waktu unduh berkas sebesar 1 GB adalah 0,4 detik.

3.      Ekspetasi dari 5G

Berkembangnya teknologi jaringan nirkabel tentu membuat harapan teknologi masa depan yang lebih maju. 5G digadang mempunyai keunggulan-keunggulan dari teknologi jaringan nirkabel sebelumnya. Fasilitas keuntungan yang di sediakan oleh 5G diantaranya :

a.       Kecepatan upload dan download yang cepat
b.      Koneksi seluler yang stabil
c.       Kemanan data para pengguna
d.      Memaksimalkan kualitas panggilan vidio dan suara
e.       Serta dukungan dan perluasan untuk menciptakan teknologi baru seperti self driving

4.      5G di Indonesia

Sepertinya masyarakat indonesia yang ingin mencoba menikmati jaringan tanpa kabel 5G ini harus banyak bersabar. Pengalaman dengan teknologi 4G bisa di jadikan contoh. 4G hadir di  Indonesia dalam bentuk ujicoba sejak pertengahan tahun 2010. Kala itu  Long Term Evolution (LTE) salahsatu standar 4G diperkenalkan oleh operator Telkomsel. Menurut laporan Open Signal bertajuk “The State of LTE” yang mendata penetrasi 4G di setiap negara per Juni 2017, jaringan 4G di Indonesia hanya mencakup 62,7 persen
.
Artinya, masih banyak wilayah yang tak tercakup jaringan 4G di indonesia. Padahal, sejak mulai diujicobakan pada 2010, jaringan 4G di Indonesia kini sudah berumur 7 tahun. Jika melihat lamanya proses kehadiran 4G itu, bukan tak mungkin orang Indonesia akan membutuhkan waktu lama untuk benar-benar bisa merasakan teknologi 5G.
--
Kecanggihan teknologi tidak bisa kita hindari di dunia dengan kemajuan yang pesat ini. Banyak teknologi yang kita terima dengan mentah, menggunakan tidak sesuai dengan mestinya. Terlihat dari munculnya berbagai kasus yang berhubungan dengan teknologi internet.

Kesiapan mental dan sikap dewasa sangat di perlukan dalam menikmati teknologi mutakhir yang di sediakan dunia, itu lebih penting ketimbang kesiapan kita menyediakan infrastruktur yang mampu menjalankan teknologi tesebut.

Minggu, 26 November 2017

Itu Haram!

Assalamualaikum....

Bukan maksud untuk sesat menyesatkan, kafir mengkafirkan, bid’ah membid’ahkan. Inilah keadaan, situasi, kondisi yang sedang saya alami dan mungkin pembaca juga alami. Diharapkan tulisan ini dapat menjadi pemersatu pendapat yang sepaham dengan saya. Jika ada yang tidak berkenan dengan tulisan saya, sesat mungkin secara pandangan pembaca, silahkan protes. Saya siap mengubah tulisan ini ataupun menghapusnya.

Akhir-akhir ini gejolak masyarakat tentang apapun itu yang sensitive semakin besar. Masalah-masalah sosial mulai dari hal kecil, hingga yang menyangkut khalayak hidup orang banyak  yang menjadi pemicu gejolak tak bertepi tersebut. Berbeda pendapat, pandangan, mazhab, menjadikan wilayah sekitar tempat kita tinggal sekarang terasa amat berbahaya untuk Negara yang menjunjung demokrasi ini.  Ya, zaman telah berubah, entah sekarang menjadi tambah bersahabat atau malah menjadi sangat memprihatinkan buat manusia.

Berangkat dari anehnya pola pikir orang sekarang menjadikan informasi yang belum benar tetek bengek nya beredar luas. Lucunya lagi informasi tersebut di telan mentah-mentah oleh sebagian orang yang entah kebetulan atau tidak ingin melihatnya. Bahkan sampai menyebarluaskan nya kembali hingga mengurang-ngurangi atau menambah-nambahkan keganjilan-keganjilan yang ada pada informasi tersebut dengan pemikirannya, dengan pandangannya, dengan filsafat nya yang kalau di fikir kembali “dapat ilmu darimana sih?”.

Kemaren saya melihat salahsatu postingan warganet yang kebetulan ada yang membagikannya dan muncul di beranda facebook saya. Isinya tentang curhatan seorang,  dimana ada seseorang membawa makanan dalam bentuk donat mahal (donat yang di mall itu) untuk teman-temanya yang ada di ruangan pada saat itu (agak lupa ceritanya). Ketika di suguhkan kepada mereka si seseorang ini mendapat ceramah dari salah seorang temannya bahwa makanan yang di bawa nya itu adalah makanan “haram”  dan menjelaskan bahwa makanan tersebut mengandung bahan-bahan yang haram “minyak babi?” dan juga tidak ada label “halal” nya pada bungkungsnya. Postingan tersebut membuat saya tertawa. Saya tidak tau nasib selanjutnya si seseorang ini. Saya hanya khawatir tentang nasib donat mahal itu, sayang kan kalau dibuang.

Kembali saya tertawa ketika membaca komentar-komentar  yang ada di postingan tersebut. Ya, mungkin ketika gengsi tak sanggup membeli lalu mengharamkan suatu produk, atau gak pandai cara makannya karena takut sakit perut, biasanya makan gorengan yang seribu rupiah, mungkin. Eh tunggu jika donat tersebut tidak ada tanda halal di bungkusnya, bagaimana dengan gorengan yang kita makan?. Indikasi haram nya mungkin jauh lebih haram ketimbang donat mahal di mall tersebut, daging dalam risol atau pastel yang kita pernah makan mungkin saja daging tikus atau anjing yang secara materil harganya jauh di bawah daging ayam apalagi sapi. hmm

Entah darimana asal vonis yang sependek itu. Saya yakin pemikiran-pemikiran cetek yang sederhana itu bukanlah dari dalam dirinya, pasti ada pemicunya, yang menggerakkan seseorang untuk berfikir akan hal seperti itu apalagi menyangkut agama. Saya bukan menyalahkan tokoh-tokoh pendakwah, yang mungkin ada yang menyebarkan dakwahnya hanya melihat kedalah kitab dan sunnah (islam), tetapi tidak melihat dan belajar tentang hal-hal di sekitarnya yang terjadi pada masanya. Kebanyakan seperti itu dan hal tersebut bukannya tidak ada di lingkungan kita. Mudahnya manusia sekarang menerima informasi menjadikannya mudah digiring pola pikirnya. Sukur-sukur ke hal yang benar. Salahsatu buntutnya munculnya paham-paham dan sekte sesat yang menjamur mengintai manusia. Sudah seharusnya Negara ini cerdas, sudah seharusnya kita berfikir secara logika dan tidak termakan dengan dokrin yang membutakan.


Mungkin tulisan ini berantakan, mohon maafkan saya ketika pembaca pusing membacanya.

Selasa, 31 Oktober 2017

Menggores Hati

Assalamualaikum...

Saya masiswa yang mungkin ingin sedikit menceritakan tentang keadaan tukang bersih-bersih (maaf sedikit kasar), bahasa halusnya atau kerennya Customer Service yang ada di sekitaran kampus madani ku. Mungkin  sedikit pilu membaca kisahnya karna terlihat jelas ketika dia (salahsatu Cs) menceritakan bagaimana dia berangkat dari orang yang tidak berada dan harus menjadi penutup beban ekonomi di keluarganya.

Namanya ibu Ani tidak tau kenapa saat selesai berbincang dengannya dia tidak ingin namanya di pakai ketika di tulis. Dengan alasan takut yang tidak-tidak, walaupun saya sudah memberi penjelasan  hanya menulis kisah hidupnya dan menjamin keamanannya. Tetapi disini saya tetap akan tulis namanya tetapi tidak nama lengkapnya.

Ibu ani merupakan seorang tukang bersih di fakultas Teknik di uin suska. Sudah 4 tahun dia bekerja menjadi tukang bersih di kampus. Cukup lama menurut ku untuk seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai CS di suatu lembaga. Bukan apa-apa, biasanya ibu seumuran ibu Ani memilih menjadi pembantu di rumah-rumah. Alasan gaji yang di anggapnya cukuplah yang membuatnya tetap bertahan. Walaupun ada saja yang mengganggu aliran rezki seorang Ibu Ani misalkan penunggakan gaji atau gaji telat.

Ibu Ani bukan lah orang berada. Katanya gaji yang di terimanya sedikit cukup hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suaminya hanya berkerja serabutan sebagai tukang buruh bangunan. Tidak ada uang yang pasti yang di dapat suaminya. Untuk itulah Ibu ini bekerja. Empat orang anak menjadi tanggungan oleh ibu Ani dan suaminya.  Dua orang anakanya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, dan dua lagi sudah menginjak bangku SMP. Pusing kata Ibu Ani ketika saya menannyakan prihal anaknya. “Untuk makan aja kadang mikir, apalagi untuk biaya sekolah anak-anak” Celotehnya.

Bukan hanya soal itu saja yang menjadi beban pikiran ibu Ani. Kedua orang tuanya yang sudah lama tidak berjumpa dengannya pun juga menjadi beban pikiran yang di alaminya. Sudah lebih hamper setahun dia tidak bertemu orang tuanya. Tidak ada biaya yang cukuplah yang membuat hal tersebut terjadi. Orang tua yang berada di pulau sebrang membuat susah untuk bersua. Hanya selama setahun belakangan ini hanya berkomunikasi lewat telfon, dan itu sadah menjadi syukur buatnya.

Semua hal yang terjadi di masa sulit pernah di alami, katanya. Apalagi tahun kemaren ada berbagai masalah yang di alaminya ketika pihak kampus tidak jelas kapan akan memberikan gaji kepada tukang bersih. Padahal saat itu masalahnya berdekatan di bulan suci Ramadhan. Tidak adanya uang tersebut membuat ibu empat orang anak tersebut menjadi sedih. “pas itu mau pulang ke kampung, tapi belum ada duit kalua berangkat semua. Belum lagi anak-anak yang minta baju baru untuk lebaran” kata Ibu Ani dengan nada yang agak melas.


Hati saya agak merasa tersayat mendengan cerita Ibu Ani ketika itu. Bagaimana peluh hanya untuk bisa keluarganya bahagia. Permasalahan-permasalahan yang di alami Ibu Ani seharusnya menjadikan kita bersemangat dalam menjalani hidup. sedikit bijak dari saya, kehidupan dengan perbuatan yang sia-sia haruslah kita ganti dengan kegiatan yang lain. Jangan besar-besar, mulailah dengan membahagiakan keluarga dan orang sekitar. Juga menghargai jerih payah orang tua yang memikul beban hanya untuk membahagiakan anaknya.

Senin, 02 Oktober 2017

Nulis saja

Assalamualaikum..

Izinkan seorang yang bingung dengan keadaan, menulis apa yang ingin dia tulis.

Dengan akses media social yang amat meluas sekarang, kemudahan informasi dan ke tepatan informasi menjadi hal yang biasa saja. Menjadikan semua orang yang mempunyai akses ke sana bisa terhubung dengan murah dan mudah. Terlebih-lebih menjamurnya smartphone dan robot-robot lainnya yang bisa di dapatkan dengan harga miring. Membuat dari kalangan anak-anak hingga bau tanah bisa menikmatinya. Dimana pengguna paling banyak rata-rata remaja hingga dewasa.

Pemanfaatan media social mulai hal besar hingga kesenangan semata sudah lumrah di dunia ini.
Melihat ke awal muncul nya facebook saja, saya sebagai pengguna mengindahkan fitur-fitur berbagi status yang di hadirkan facebook. Mungkin saya ketinggalan jaman, ada gak media social yang menghadirkan fitur berbagi status sebelum facebook? Beritahu saya.

Entah kenapa awal saya begelut dengan facebook, jari saya seakan tidak ingin lepas dari keyboard ataupun keypad dari handphone. Setiap saya mau tidur, baru bangun, makan, buang hajat, selalu ingin mengupdate status yang ada di wall facebook saya. Sampai sekarang saya masih bingung melihat status-status tidak berfaedah saya yang pernah saya buat dulu.
Oke tinggalkan dulu hal-hal saya yang dahulu.
Sampai sekarang saya masih bermain facebook, alasannya karena sudah bermain lama, jadi susah lepas. Informasi-informasi darisana lebih banyak saya dapatkan ketimbang social media saya lainnya seperti twitter dan instagram.

Oke sekarang saya akan membahas sajak.
Sajak merupakan puisi baru yang bebas dari aturan-aturan. Penjelasan ini menjelaskan bahwa sajak bisa di buat asalkan dengan kata-kata yang indah, untuk penyampaiannya. Menurut saya sajak bisa di buat oleh semua orang, asal mempunyai beberapa kata puitis.

Saya bingung mau nulis apalagi. Haha..
Langsung saja deh.
Apa sih korelasi nya antara social media dan sajak. Sesuai dengan yang saya utarakan tadi, kemudahan berbagi informasi dengan status menjadikan kita khususnya para remaja otw gede, terlalu lebay. Kemudahan berbagi itu menjadikan semua kata indah nan harum yang ada di otak kita, kita utarakan di dalam dinding medsos. Mulai dari curhatan dan beberapa puisi kita buat dan bagikan. Jika otak tak sanggup mengluarkan dan menyusun kata indah tersebut, perilaku instan pun muncul dengan mengcopy paste karya orang (amit-amit).
Pengamatan saya sejauh saya bermain social media khususnya sekarang, hal-hal ini mungkin sudah menjadi tingkah bawaan lahir. Ketika seorang anak manusia yang di kenalkan dengan media social, otomatis aja akan begitu. Entah itu termotivasi dari orang lain atau tidak.

Pemanfaatan media social mungkin bisa kita optimalkan lagi. Bukan saya melarang anda membuat sajak dan membagikannya ke orang-orang. Tatapi lebih ke mengingatkan saja jangan sampai keterlaluan. Banyak orang-orang di sana menjadi sajakers-sajaker yang menurut saya terlalu over, out of mind, sehingga apa yang dia ciptakan secara tidak sadar menjatuhkan dirinya. Jadilah orang cerdas, bersajaklah seperlunya, jika tak tertahan silahkan keluarkan tetapi dengan cara, isi yang cerdas, dan keadaan yang tepat.
Sekian tulisan saya yang acakadut ini.
Sepatah kalimat…
Suka boleh, tapi jangan jadi budak.

Sabtu, 30 September 2017

Sejarah Singkat, Remaja yang Biasa Saja.

Assalamualaikum.
Izinkan mahasiswa jelata yang tak melata ini menulis cerita tentang seseorang yang biasa saja dalam perjalanan hidupnya.

12 Maret 1998, sesosok bayi laki-laki keluar dari rahim ibunya. Nama singkat nya Rizky, lengkapnya Muhammad Rizky Fadhilla, panggilan temannya Ikiw. Lahir di Kota Pekanbaru dengan membawa darah minang dari ibunya, dan jawa dari bapaknya. Berkediaman di Pekanbaru pula. Menjadi anak pertama dari tiga bersaudara. Kata orang-orang sih panutan. Tapi dia bilang tidak pantas menjadi panutan karna beberapa kegagalannya.

Sekarang sudah menjadi mahasiswa di salahsatu perguruan tinggi islam di kota Pekanbaru pula. Mungkin rezeki nya di tempat kelahirannya, atau memang motivasinya hanya sebatas di Pekanbaru. Pernah dia bilang ingin keluar kota untuk kuliah, beberapa tes untuk kuliah ke luar kota tersebut gagal. Nasib? Mungkin.

Kecil nya dia, si Rizky ini lama di asuh dengan Embah nya. Katanya pada saat dia masih kecil. Ibu nya sedang mengejar gelar S2 yang menyebabkan dia di asuh dari awal pagi hingga sore karena bapaknya juga bekerja. Wajah dan prilaku legowo ala jawa terlihat sedikit dari dia. Walau ada sedikit pencampuran minang. Dia sangat dekat sama kedua Embahnya karena alasan tadi itu.

Makanan favorit yang sering dia makan yaitu nasi hangat dengan campuran minyak jelanta sisa penggorengan dan dengan sedikit garam untuk penambah rasa. Kecap dan telor mata sapi, atau tempe balado dengan kecap juga manjadi favoritnya. Kecap menjadi pelengkap makanan yang sering dia gunakan tidak pada makanan yang tepat. Apasaja kalau dia makan pasti ada kecapnya. Entah itu mungkin stigma yang di tanamkan oleh embahnya.

Bukan hal yang damai ketika dia di tinggalkan ketika berumur 1 sampai 3 tahun oleh Ibunya untuk mencari gelar dan ayahnya untuk bekerja. Dia bercerita padaku saat dia kecil dia sering sakit-sakitan.  Pernah dua kali step kejang-kejang karena demam, sakit mata, bisulan.  Dibawa ke dukun urut untuk menyembuhkan penyakit, mandi kembang tujuh rupa, di cekokin jamu dan ramuan tradisonal,  dan ritual-ritual tradisional lainnya untuk mengangkat penyakit.

Beranjak besar dia tumbuh di keluarga terpelajar. Masuk di sd favorit di zaman nya. SD Negri 001 Sail waktu itu, tetapi hanya bertahan 3 tahun sampai akhirnya dia pindah ke SD Negri 025. Alasan kepindahannya karena SD 001 Sail tersebut terlalu jauh dari rumahnya, dan pindah ke sekolah yang lebih dekat dengan rumahnya. Saat sekolah dasar dia menjadi murid yang di pandang baik di sekolahnya. Selalu tidak keluar dalam rangking 10 besar. Namun semenjak mengenal yang namanya game dan internet, pendidikannya sedikit kacau.

Lulus sekolah dasar dengan nilai yang pas-pasan tetapi tetap bisa masuk SMP favorit di zaman nya itu. SMP Negri 2 Pekanbaru menjadi tujuan tempat belajarnya selanjutnya. Alasan dia masuk SMP tersebut karena ada neneknya yang mengajar di sana, agar bisa mengawasi. Padahal bukan hal yang efektif katanya. Padahal ada sekolah menengah pertama yang lebih dekat dengan rumahnya yaitu SMP Negri 3 Pekanbaru. Dia tau alasan orangtuany,a mengapa dia di masukan ke SMP 2. Tak lain dan tak bukan menjauhkannya dari efek kecanduan internet yang sudah mempengaruhinya sejak tamat sekolah dasar. Namun cara tersebut tidak mengubah apapun. Rizky waktu itu malah makin menjadi tingkahnya. Nilai yang anjlok di SMP, beberapa masalah pernah di buatnya. Hingga tamat SMP dengan nilai yang pas-pasan dan tidak lolosnya dia di SMA Negri menambah beban orang tuanya.

Akhirnya sekolah swasta menjadi pilihan berat. Mahalnya biaya sekolah swasta waktu itu membuat dia sedikit menyesal. Akhirnya dia masuk di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru. Pada saat ini dia memutuskan diri untuk berubah dan tidak ingin membuat otangtuanya kecewa kembali. Aktif di ekskul sekolah, nilai lapor yang lumayan memuaskan menjadi sedikit pengobat hati orangtuanya. Tidak banyak kejadian yang terjadi di masa sekolah akhir katanya. Paling hanya seperti remaja kebanyakan, yang menurutnya mengerti apa itu esensi dari cinta dan mencobanya, padahal hanya cinta monyet saja. Masa-masa lucu.

Lulus dari SMK Muda (singkatan dari Muhammadiyah dua) ingin melanjutkan belajar ke perguruan tinggi. Sebelumnya dia sudah mencoba peruntungan dengan mengikiti SNMPTN tetapi tidak lulus di PTN yang di inginkan. Agak bingung peluang dia ingin belajar di perguruan tinggi semakin kecil. Dia tidak lulus kembali ketika mencoba mengikuti tes STMKG Jakarta yang berlangsung di kota Medan, membuatnya mengecek-ngecek grup lowongan pekerjaan yang ada di social media.


Sudah pasrah ketika tidak tau mau ngapain selanjutnya, tes SBMPTN menjadi jalan terakhirnya jika tidak ingin menyusahkan orang tua kembali. Alhamdulillah dia lulus PTN dari tes SBMPTN tersebut. Lulus di salahsatu perguruan tinggi di kotanya Pekanbaru. UIN Suska Riau jurusan Ilmu komunikasi. Kembali pereda lara orangtua dia dapatkan. Sekarang dia masih menjalankan kuliahnya. Sudah 2 semester dia lewati dan sekarang dia di semester 3 jurusan ilmu komunikasi dan memilih konsentrasi jurnalistik. 


Saat ini masih berlanjut cerita hidupnya yang biasa saja, doa kita untuk dia semoga terus membagiakan orang-orang di sekitarnya, terkhusus orang tua dan keluarganya. 

Amin.