Selasa, 12 Maret 2019

Ketahui Sejak Dini Tentang HIV/AIDS


HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan yang bisa menyerang siapa saja. Hingga sekarang belum ada ditemukannya obat untuk membunuh penyakit ini. Terlebih penularan penyakit ini sangat masif karena proses penularannya kebanyakan tidak disadari oleh orang, menjadikannya penyakit menular yang berbahaya.

Menurut Laporan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, angka kematian akibat AIDS di Indonesia mengalami peningkatan sejak tahun 2015. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit terkait kasus HIV/AIDS di Indonesia, memaparkan bahwa dari bulan Oktober hingga Desember 2017 lalu,  jumlah orang dengan AIDS dilaporkan sebanyak 4.725 orang, dimana persentase AIDS tertinggi pada kelompok umur 30-39 tahun (35,2%), diikuti kelompok umur 20-29 tahun (29,5%), dan kelompok umur 40-49 tahun (17,7%). Itu banyaknya jumlah penderita yang terdara oleh KEMENKES Republik Indonesia, belum lagi jumlah pengidap penyakit AIDS yang belum terdata.

Penularan penyakit AIDS bisa melalui berbagai cara. Tetapi sebelum itu kita ketahui dahulu ‘apa itu HIV/AIDS?’ . AIDS dan HIV itu sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda menurut pengertian.  HIV merupakan retro virus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Terjangkit virus HIV (biasanya disebut sebagai positif HIV) tidaklah sama dengan mengidap AIDS. Banyak orang yang positif HIV tidak menderita sakit selama bertahun-tahun.  Infeksi virus inilah yang kemudian berakibat pada menurunnya sistem kekebalan.

Seiring dengan berkembangnya HIV dalam tubuh, virus tersebut secara perlahan menggerogoti sistem kekebalan tubuh. Sebagai akibat lanjutannya, virus, parasit, jamur dan bakteria yang umumnya tidak menyebabkan penyakit justru dapat membuat seseorang yang positif HIV menjadi sakit. Hal inilah yang disebut defisiensi kekebalan tubuh, di mana sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit-penyakit.

 Sedangkan AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. AIDS menggambarkan sebuah sindrom dengan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. AIDS sendiri disebabkan oleh virus yang sebut HIV, Human Immunodeficiency Virus. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS. Jadi simple nya HIV merupakan virus yang menyebabkan penyakit AIDS.

            Apa gejala terkena HIV ?. Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tidak ada gejala yang tampak setelah terjadi infeksi. Kendati infeksi HIV tidak disertai gejala awal, seseorang yang terinfeksi HIV sangat mudah menularkan virus tersebut kepada orang lain. Satusatunya cara untuk menentukan apakah HIV ada di dalam tubuh seseorang adalah melalui tes HIV.

            Kapan seseorang terkena AIDS?. AIDS dipergunakan untuk istilah tahapan infeksi HIV yang paling lanjut. Sebagian besar orang yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan akan menunjukkan tanda-tanda AIDS dalam waktu 8-10 tahun.  AIDS diidentifikasi berdasarkan beberapa infeksi tertentu, yang dikelompokkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization). Pada tahap awal  penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai AIDS. Tahap kedua meliputi infeksi-infeksi saluran pernafasan bagian atas yang tak kunjung sembuh. Tahap ketiga meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru. Tahap terakhir meliputi penyakit parasit pada otak (toksoplasmosis), infeksi jamur kandida pada saluran tenggorokan (kandidiasis), saluran pernafasan (trachea), batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-paru.

            Lamanya virus HIV berkembang menjadi AIDS pada individu bervariasi. Dengan gaya hidup sehat, jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar antara 10-15 tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama.

          Bagaimana HIV di tularkan? HIV terdapat dalam cairan tubuh yaitu, darah, sperma (air mani), cairan vagina dan air susu ibu. HIV hanya ditularkan kalau cairan tubuh seseorang HIV positif masuk ke dalam aliran darah orang lain. Kegiatan-kegiatan yang dapat menularkan HIV diantaranya : 
  • Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom). Penularan dengan melakukan hubungan seksual dapat terjadi dari pria ke wanita atau sebaliknya, serta pada sesama jenis kelamin melalui hubungan seksual yang berisiko. Penularan HIV dapat terjadi saat hubungan seks melalui vagina, anal, maupun seks oral dengan pasangan yang terinfeksi HIV. Salah satu cara terbaik untuk mencegah penularan HIV adalah menggunakan kondom saat berhubungan seks dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Pemakaian bersama jarum dan peralatan lain untuk menyuntik obat, tindik atau tattoo yang tidak steril. HIV dapat ditularkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi. Berbagi pakai jarum suntik atau menggunakan jarum suntik bekas, membuat seseorang memiliki risiko sangat tinggi tertular penyakit, termasuk HIV.
  • Ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui. Seorang ibu yang terinfeksi HIV dan mengandung atau menyusui berisiko tinggi untuk menularkan HIV kepada bayinya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan HIV selama kehamilan, guna menurunkan risiko penularan HIV pada bayi.
  • Dalam sebagian kasus, penularan HIV juga bisa disebabkan oleh transfusi darah. Namun, kejadian ini semakin jarang terjadi karena kini diterapkan uji kelayakan donor, termasuk donor darah, organ ataupun donor jaringan tubuh. Dengan pengujian yang layak, penerima donor darah memiliki risiko yang rendah untuk terinfeksi HIV.
                 Bagaimana HIV dapat dicegah?. Sampai saat ini belum ada obat ataupun vaksin untuk mencegah dan menyembuhkan infeksi HIV/AIDS. Untuk itu yang tidak kalah penting adalah mencegah penularan HIV sejak awal. Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara  :

Pertama, gunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Jika Anda tidak mengetahui status HIV pasangan Anda, gunakan kondom setiap kali Anda melakukan hubungan seks vaginal, anal maupun oral. Untuk wanita, bisa menggunakan kondom wanita.

Kedua, hindari perilaku seksual yang berisiko. Seks anal adalah aktivitas seks yang memiliki risiko tertinggi dalam penularan HIV. Baik pelaku maupun penerima seks anal berisiko untuk tertular HIV, namun penerima seks anal memiliki risiko tertular lebih tinggi. Karena itu disarankan untuk melakukan hubungan seks yang aman, serta gunakan kondom untuk mencegah penularan HIV.

Ketiga, Hindari penggunaan jarum bekas saat menyuntikkan obat. Penularan HIV melalui tato dan tindik juga berisiko terjadi jika memakai jarum tato yang tidak disterilisasi dengan baik atau menggunakan tinta tato yang terkontaminasi. Sebelum melakukan tato atau tindik, pastikan jarum steril.

Keempat, Pre-exposure prophylaxis (PrEP), merupakan metode pencegahan HIV dengan cara mengonsumsi antiretroviral bagi mereka yang berisiko tinggi tertular HIV, yaitu mereka yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual, memiliki pasangan dengan HIV positif, menggunakan jarum suntik yang berisiko dalam 6 bulan terakhir, atau mereka yang sering berhubungan seksual tanpa pengaman.

Apa yang harus dilakukan bila Anda menduga telah terekspos HIV? Bila anda menduga bahwa anda telah terpapar HIV, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter/rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan HIV untuk memastikan apakah benar Anda telah terinfeksi HIV.

Adakah obat untuk HIV? Tidak ada obat yang dapat sepenuhnya dapat menyembuhkan HIV/AIDS. Perkembangan penyakit dapat diperlambat namun tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Kombinasi yang tepat antara berbagai obat-obatan antiretroviral dapat memperlambat kerusakan yang diakibatkan oleh HIV pada sistem kekebalan tubuh dan menunda awal terjadinya AIDS.

Terapi antiretroviral hanya dapat memperlambat perkembangan AIDS dengan menurunkan jumlah virus dalam tubuh yang terinfeksi. Antiretroviral atau ARV merupakan obat untuk infeksi HIV yang dapat menekan perkembangan HIV dalam tubuh. ARV sendiri berfungsi untuk menekan perkembangbiakan HIV, bukan membunuh HIV. Maka dari itu, terapi ARV harus dijalani seumur hidup. Bila pemakaiannya dihentikan, HIV akan berkembang dan jumlahnya akan meningkat dalam darah.

--
HIV/AIDS memang sejatinya menjadi momok dalam kehidupan. Terlebih untuk orang yang terdampak HIV. Banyak stigma negatif yang membuat mereka tidak percaya diri dengan kehidupannya dan lebih memilih membiarkan penyakitnya ataupun menyerah dengan dirinya sendiri, akibat dari tekanan-tekanan yang yang dibuat oleh lingkungan sekitar yang tidak bisa menerima mereka. Untuk itu perlu kita ketahui bersama tentang apa itu HIV/AIDS agar kita dapat terhindar dari penyakit ini. Lebih baik mencegah, daripada mengobati. Deteksi HIV/AIDS sejak dini dan hindarilah kegiatan yang beresiko menularkan HIV/AIDS.



1 komentar:

  1. Teman-teman membuat saya senang, SAYA SANGAT SANGAT SENANG HARI INI !!! Itulah mengapa saya mengucapkan terima kasih sebesar ini kepada Dr.oje. Saya telah menderita HIV / AIDS selama enam tahun terakhir
    (6) tahun, saya telah menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan obat-obatan dari rumah sakit untuk menjaga kesehatan saya, saya mencoba segala yang mungkin untuk mendapatkan diri saya sembuh, tetapi saya
    tidak bisa mendapatkan solusi! sampai saya memutuskan untuk mencoba pengobatan herbal. Itulah bagaimana saya berhubungan dengan dokter herbal yang hebat ini dalam sebuah riset online, saya menghubunginya dan setelah saya minum obat herbal yang dia kirimkan kepada saya pada hari ke-12 saya pergi ke rumah sakit untuk rasa saya negatif dan saya pergi untuk yang lain uji. Demi Tuhan, aku juga dinyatakan HIV / AIDS negatif, (ya
    sangat senang melihat diri saya HIV / AIDS negatif sekali lagi). Saya sangat bangga mengekspresikan kebahagiaan saya melalui platform ini dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr.
    Saya telah memulihkan hidup saya kembali normal. Anda juga dapat menghubungi Dr. oje melalui drojelumeseherbalhome@gmail.com atau hubungi / whatsapp dia di +2347035302579 jika
    Anda terinfeksi virus HIV / AIDS atau memiliki masalah kesehatan. DOKTER oje
    DAPAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT BERIKUT:
    1. HIV / AIDS
    2. HERPES 1/2
    3. KANKER
    4. ALS (penyakit Lou Gehrig)
    5. Herpatitis B
    6. pankreatitis kronis
    7.Emfisema
    8.COPD (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)
    9. asma
    10.Menutup sudut tertutup Glaucoma
    11.Diabates
    12. HPV.
    13. Rabies
    DAN BANYAK LAGI..

    BalasHapus