HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan yang bisa
menyerang siapa saja. Hingga sekarang belum ada ditemukannya obat untuk membunuh
penyakit ini. Terlebih penularan penyakit ini sangat masif karena proses
penularannya kebanyakan tidak disadari oleh orang, menjadikannya penyakit
menular yang berbahaya.
Menurut Laporan Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia, angka kematian akibat AIDS di Indonesia mengalami peningkatan sejak
tahun 2015. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit terkait kasus
HIV/AIDS di Indonesia, memaparkan bahwa dari bulan Oktober hingga Desember 2017
lalu, jumlah orang dengan AIDS
dilaporkan sebanyak 4.725 orang, dimana persentase AIDS tertinggi pada kelompok
umur 30-39 tahun (35,2%), diikuti kelompok umur
20-29 tahun (29,5%), dan kelompok umur 40-49 tahun (17,7%). Itu banyaknya
jumlah penderita yang terdara oleh KEMENKES Republik Indonesia, belum lagi
jumlah pengidap penyakit AIDS yang belum terdata.
Penularan
penyakit AIDS bisa melalui berbagai cara. Tetapi sebelum itu kita ketahui dahulu
‘apa itu HIV/AIDS?’ . AIDS dan HIV itu sebenarnya merupakan dua hal yang
berbeda menurut pengertian. HIV
merupakan retro virus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia
dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Terjangkit virus HIV (biasanya disebut
sebagai positif HIV) tidaklah sama dengan mengidap AIDS. Banyak orang yang
positif HIV tidak menderita sakit selama bertahun-tahun. Infeksi virus inilah yang kemudian berakibat
pada menurunnya sistem kekebalan.
Seiring
dengan berkembangnya HIV dalam tubuh, virus tersebut secara perlahan
menggerogoti sistem kekebalan tubuh. Sebagai akibat lanjutannya, virus,
parasit, jamur dan bakteria yang umumnya tidak menyebabkan penyakit justru
dapat membuat seseorang yang positif HIV menjadi sakit. Hal inilah yang disebut
defisiensi kekebalan tubuh, di mana sistem tersebut tidak dapat lagi
menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit-penyakit.
Sedangkan AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome.
AIDS menggambarkan sebuah sindrom dengan berbagai gejala dan infeksi yang
terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. AIDS sendiri disebabkan oleh
virus yang sebut HIV, Human Immunodeficiency Virus. Tingkat HIV dalam tubuh dan
timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah
berkembang menjadi AIDS. Jadi simple nya HIV merupakan virus yang menyebabkan
penyakit AIDS.
Apa gejala terkena HIV ?. Sebagian
besar orang yang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tidak ada gejala yang
tampak setelah terjadi infeksi. Kendati infeksi HIV tidak disertai gejala awal,
seseorang yang terinfeksi HIV sangat mudah menularkan virus tersebut kepada
orang lain. Satusatunya cara untuk menentukan apakah HIV ada di dalam tubuh
seseorang adalah melalui tes HIV.
Kapan seseorang terkena AIDS?. AIDS
dipergunakan untuk istilah tahapan infeksi HIV yang paling lanjut. Sebagian
besar orang yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan akan menunjukkan
tanda-tanda AIDS dalam waktu 8-10 tahun.
AIDS diidentifikasi berdasarkan beberapa infeksi tertentu, yang
dikelompokkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization). Pada
tahap awal penyakit HIV tidak menunjukkan
gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai AIDS. Tahap kedua meliputi
infeksi-infeksi saluran pernafasan bagian atas yang tak kunjung sembuh. Tahap
ketiga meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung
lebih dari satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru. Tahap
terakhir meliputi penyakit parasit pada otak (toksoplasmosis), infeksi jamur
kandida pada saluran tenggorokan (kandidiasis), saluran pernafasan (trachea),
batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-paru.
Lamanya virus HIV berkembang menjadi
AIDS pada individu bervariasi. Dengan gaya hidup sehat, jarak waktu antara
infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar antara 10-15 tahun,
kadang-kadang bahkan lebih lama.
Bagaimana
HIV di tularkan? HIV terdapat dalam
cairan tubuh yaitu, darah, sperma (air mani), cairan vagina dan air susu ibu.
HIV hanya ditularkan kalau cairan tubuh seseorang HIV positif masuk ke dalam
aliran darah orang lain. Kegiatan-kegiatan yang dapat menularkan HIV
diantaranya :
- Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom). Penularan dengan melakukan hubungan seksual dapat terjadi dari pria ke wanita atau sebaliknya, serta pada sesama jenis kelamin melalui hubungan seksual yang berisiko. Penularan HIV dapat terjadi saat hubungan seks melalui vagina, anal, maupun seks oral dengan pasangan yang terinfeksi HIV. Salah satu cara terbaik untuk mencegah penularan HIV adalah menggunakan kondom saat berhubungan seks dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.
- Pemakaian bersama jarum dan peralatan lain untuk menyuntik obat, tindik atau tattoo yang tidak steril. HIV dapat ditularkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi. Berbagi pakai jarum suntik atau menggunakan jarum suntik bekas, membuat seseorang memiliki risiko sangat tinggi tertular penyakit, termasuk HIV.
- Ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui. Seorang ibu yang terinfeksi HIV dan mengandung atau menyusui berisiko tinggi untuk menularkan HIV kepada bayinya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan HIV selama kehamilan, guna menurunkan risiko penularan HIV pada bayi.
- Dalam sebagian kasus, penularan HIV juga bisa disebabkan oleh transfusi darah. Namun, kejadian ini semakin jarang terjadi karena kini diterapkan uji kelayakan donor, termasuk donor darah, organ ataupun donor jaringan tubuh. Dengan pengujian yang layak, penerima donor darah memiliki risiko yang rendah untuk terinfeksi HIV.
Bagaimana HIV dapat
dicegah?. Sampai saat ini belum ada obat ataupun
vaksin untuk mencegah dan menyembuhkan infeksi HIV/AIDS. Untuk itu yang tidak
kalah penting adalah mencegah penularan HIV sejak awal. Pencegahan dapat
dilakukan dengan beberapa cara :
Pertama,
gunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Jika Anda tidak mengetahui status
HIV pasangan Anda, gunakan kondom setiap kali Anda melakukan hubungan seks
vaginal, anal maupun oral. Untuk wanita, bisa menggunakan kondom wanita.
Kedua,
hindari perilaku seksual yang berisiko. Seks anal adalah aktivitas seks yang
memiliki risiko tertinggi dalam penularan HIV. Baik pelaku maupun penerima seks
anal berisiko untuk tertular HIV, namun penerima seks anal memiliki risiko
tertular lebih tinggi. Karena itu disarankan untuk melakukan hubungan seks yang
aman, serta gunakan kondom untuk mencegah penularan HIV.
Ketiga,
Hindari penggunaan jarum bekas saat menyuntikkan
obat. Penularan HIV melalui tato dan tindik juga berisiko terjadi jika memakai
jarum tato yang tidak disterilisasi dengan baik atau menggunakan tinta tato yang
terkontaminasi. Sebelum melakukan tato atau tindik, pastikan jarum steril.
Keempat,
Pre-exposure prophylaxis (PrEP), merupakan metode
pencegahan HIV dengan cara mengonsumsi antiretroviral bagi mereka yang berisiko
tinggi tertular HIV, yaitu mereka yang memiliki lebih dari satu pasangan
seksual, memiliki pasangan dengan HIV positif, menggunakan jarum suntik yang
berisiko dalam 6 bulan terakhir, atau mereka yang sering berhubungan seksual
tanpa pengaman.
Apa yang harus
dilakukan bila Anda menduga telah terekspos HIV?
Bila anda menduga bahwa anda telah terpapar HIV, sebaiknya Anda segera
menghubungi dokter/rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan HIV untuk memastikan
apakah benar Anda telah terinfeksi HIV.
Adakah obat untuk HIV?
Tidak ada obat yang dapat sepenuhnya dapat menyembuhkan HIV/AIDS. Perkembangan
penyakit dapat diperlambat namun tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Kombinasi
yang tepat antara berbagai obat-obatan antiretroviral dapat memperlambat
kerusakan yang diakibatkan oleh HIV pada sistem kekebalan tubuh dan menunda
awal terjadinya AIDS.
Terapi
antiretroviral hanya dapat memperlambat perkembangan AIDS dengan menurunkan
jumlah virus dalam tubuh yang terinfeksi. Antiretroviral atau ARV merupakan
obat untuk infeksi HIV yang dapat menekan perkembangan HIV dalam tubuh. ARV
sendiri berfungsi untuk menekan perkembangbiakan HIV, bukan membunuh HIV. Maka
dari itu, terapi ARV harus dijalani seumur hidup. Bila pemakaiannya dihentikan,
HIV akan berkembang dan jumlahnya akan meningkat dalam darah.
--
HIV/AIDS
memang sejatinya menjadi momok dalam kehidupan. Terlebih untuk orang yang
terdampak HIV. Banyak stigma negatif yang membuat mereka tidak percaya diri
dengan kehidupannya dan lebih memilih membiarkan penyakitnya ataupun menyerah
dengan dirinya sendiri, akibat dari tekanan-tekanan yang yang dibuat oleh
lingkungan sekitar yang tidak bisa menerima mereka. Untuk itu perlu kita
ketahui bersama tentang apa itu HIV/AIDS agar kita dapat terhindar dari
penyakit ini. Lebih baik mencegah, daripada mengobati. Deteksi HIV/AIDS sejak
dini dan hindarilah kegiatan yang beresiko menularkan HIV/AIDS.
Teman-teman membuat saya senang, SAYA SANGAT SANGAT SENANG HARI INI !!! Itulah mengapa saya mengucapkan terima kasih sebesar ini kepada Dr.oje. Saya telah menderita HIV / AIDS selama enam tahun terakhir
BalasHapus(6) tahun, saya telah menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan obat-obatan dari rumah sakit untuk menjaga kesehatan saya, saya mencoba segala yang mungkin untuk mendapatkan diri saya sembuh, tetapi saya
tidak bisa mendapatkan solusi! sampai saya memutuskan untuk mencoba pengobatan herbal. Itulah bagaimana saya berhubungan dengan dokter herbal yang hebat ini dalam sebuah riset online, saya menghubunginya dan setelah saya minum obat herbal yang dia kirimkan kepada saya pada hari ke-12 saya pergi ke rumah sakit untuk rasa saya negatif dan saya pergi untuk yang lain uji. Demi Tuhan, aku juga dinyatakan HIV / AIDS negatif, (ya
sangat senang melihat diri saya HIV / AIDS negatif sekali lagi). Saya sangat bangga mengekspresikan kebahagiaan saya melalui platform ini dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr.
Saya telah memulihkan hidup saya kembali normal. Anda juga dapat menghubungi Dr. oje melalui drojelumeseherbalhome@gmail.com atau hubungi / whatsapp dia di +2347035302579 jika
Anda terinfeksi virus HIV / AIDS atau memiliki masalah kesehatan. DOKTER oje
DAPAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT BERIKUT:
1. HIV / AIDS
2. HERPES 1/2
3. KANKER
4. ALS (penyakit Lou Gehrig)
5. Herpatitis B
6. pankreatitis kronis
7.Emfisema
8.COPD (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)
9. asma
10.Menutup sudut tertutup Glaucoma
11.Diabates
12. HPV.
13. Rabies
DAN BANYAK LAGI..